Regi Aditya Minta Maaf kepada Suporter Persipura dan Masyarakat Papua
SIDOARJO – Persipura Jayapura menelan kekalahan 1-3 dari RANS Nusantara FC pada pekan kelima Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026). Pelatih Persipura Jayapura, Regi Aditya, meminta maaf kepada para suporter Mutiara Hitam dan masyarakat Papua atas hasil mengecewakan tersebut.
Regi mengakui strategi yang diterapkan dalam pertandingan ini belum berjalan efektif. Ia menegaskan kekalahan menjadi tanggung jawabnya.
Persipura tertinggal 0-1 pada babak pertama akibat gol Jan Martin Anderson. Memasuki babak kedua, RANS Nusantara FC kembali menambah dua gol melalui Jan Martin Anderson dan Dirk Lukas.
Persipura sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan melalui titik penalti. Namun, eksekusi Ferinando Pahabol berhasil digagalkan oleh kiper RANS Nusantara FC.
Gol Reno Salampessy pada penghujung babak kedua hanya mampu memperkecil kekalahan Persipura menjadi 1-3. Secara statistik, Persipura mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 66 persen, berbanding 34 persen milik RANS Nusantara FC.
Mutiara Hitam juga melepaskan total 27 tembakan, tetapi hanya satu yang berbuah gol. Regi menilai para pemainnya kehilangan fokus setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang. Keinginan untuk segera menyamakan kedudukan membuat permainan Persipura menjadi terburu-buru.
“Mohon maaf untuk seluruh pendukung Persipura di mana pun berada dan masyarakat Papua. Hari ini kami melakukan kesalahan,” kata Regi.
Ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain, tim pelatih, dan ofisial yang telah mempersiapkan pertandingan tersebut. Namun, Regi mengakui rencana permainan yang diterapkannya belum memberikan hasil sesuai harapan.
“Game plan yang saya jalankan hari ini kurang begitu efektif. Ini semua tanggung jawab saya,” ujarnya.
Regi juga menjelaskan sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol memengaruhi konsentrasi pemain. Situasi tersebut membuat para pemain terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan.
“Kalau kita melihat statistik dari awal, kita membuat beberapa peluang. Tetapi, pemicu itu membuat pemain kehilangan fokus, tergesa-gesa, ingin menyamakan kedudukan,” tutur Regi.
Menurutnya, kesalahan kecil dalam sepak bola dapat berujung pada hukuman yang menentukan hasil akhir pertandingan. Ia pun menerima kekalahan tersebut sebagai bagian dari evaluasi Persipura untuk menghadapi laga berikutnya.
“Jadi saya pikir ini normal dalam sepak bola. Kesalahan kecil dapat menghukum kita dan ya seperti ini hasilnya,” tutup Regi.
